Selasa, 12 Juni 2012

KONSPIRASI MEMANFAATKAN KECERDASAN OTAK ADOLF HITLER

Seorang peneliti senior Solomongrup kelahiran Belanda, sempat membuat buku yang mengungkap tentang otak Adolf Hitler. Ia bernama Mircea Windham. Buku karya pria kelahiran 1966 ini berjudul menyikap Rahasia Otak Kanan Hitler yang sudah dialihbahasakan oleh Pustaka  Solomon, Yogyakarta (2011).

Mengapa otak Hitler menarik untuk diteliti? Konon, menurut Windham, Hitler adalah seorang pria yang cerdas. Padahal sejumlah data mengungkap, saat masih mengenyam pendidikan menengah dan atas, nilai-nilai pria yang saat kecil disapa Adi ini jelek, terutama untuk mata pelajaran biologi, fisika, dan matematika. Bahkan Hitler dianggap gagal dalam studi.

Pemimpin Ketua Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei/NSDAP) yang dikenal dengan NAZI ini lebih suka dunia seni, karena kegemarannya pada seni lukis. Saat datang ke Wina, Austria, ambisinya semakin kuat untuk menjadi seorang pelukis. Ia pun mendaftar di Academy of Art di negara ini. Namun sayang, nilai ujiannya rendah, sehingga tidak diterima kuliah di perguruan tinggi tersebut.

Bloggers, meski nilai-nilai akademis dan ulangan selalu jeblok, percaya tak percaya, pria kelahiran Gasthof zum Pommer, 20 April 1889 ini adalah orang yang cerdas. Memang ia belum pernah mengikuti tes Intelligence Quotient (IQ), namun pada 1912, seorang psikolog Jerman ternama, William Stern merancang sebuah tes untuk mengukur kecerdasan, dimana metode yang diusulkan penilaian kecerdasan tes anak-anak seperti yang sempat dikembangkan Alfred Binet dan Theodore Simon di awal abad ke-20.


Sejumlah orang terdekat Hitler telah mengikuti tes IQ. Funk, misalnya. Ia memiliki IQ 124. Lalu Jodi memiliki skor IQ 127; Ribbentrop skor IQ-nya 129; Keital mendapat skor IQ 129; Hermann Goering dan Donitz sama-sama memiliki IQ 138. Di antara orang-orang terdekat Hitler, Schacht adalah orang yang memegang rekor IQ tertinggi, yakni 143.

Lalu berapa IQ Hitler?

Bloggers, menurut Windham dalam buku Mengungkap Rahasia Otak Kanan Hitler, IQ Hitler mencapai 140 sampai 150. Bahkan Schacht sempat menjelaskan tentang luar biasanya otak Hitler:

“…dia memiliki pengetahuan yang luas. Dia memiliki pengetahuan yang mengagumkan dalam perdebatan, diskusi dan pidato. Tidak diragukan lagi, dia orang yang jenius dalam hal-hal tertentu. Dia tiba-tiba memiliki ide yang orang lain tidak memikirkannya yang kadang-kadang berguna dalam memecahkan kesulitan besar, kadang-kadang dengan kesederhanaan mencengangkan… Dia seorang penggerak psikologi massa yang benar-benar jenius…”

Kita tahu, Hitler adalah pengagum ras Arya yang dianggap unggul dan banyak terdapat pada orang-orang Yahudi. Nah, ia sendiri sesungguhnya bagian dari ‘trah’ Yahudi dan konon merupakan keturunan ras paling cerdas. Setidaknya fakta tersebut pernah diungkap oleh Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren dengan menggunakan DNA. Selain keturunan Yahudi, ia juga keturunan Afrika. Dua ras ini yang membuat dirinya benci dan ingin memusnahkan.

Sample DNA yang diambil dari sahabat-sahabat Hitler itu berupa kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA). DNA ini sangat jarang ditemukan di Jerman dan Eropa Barat, tetapi paling sering ditemukan di Berber, Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. DNA-nya seperti miliki orang Yahudi, Ashkenazi, dan Sephardic.

Penelitian yang dilakukan Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren ini membuktikan Hitler berkaitan dengan orang-orang yang ia benci. Kromosom Haplopgroup E1b1b ini sekitar 18-20 persen berasal dari Ashkenazi dan 8,6 persen sampai 30 persen dari kromosom Sephardic-Y. Hal tersebut menunjukkan Hitler konfirm memiliki garis keturunan Yahudi.

Jika ditemukan fakta seperti itu, kecerdasan Hitler jelas perlu dipertanyakan lagi. Sebab, sungguh aneh jika keturunan Yahudi membunuh Yahudi. Namun, ada yang mengatakan, hal itu sekadar sandiwara belaka, agar bangsa Yahudi mendapat belas kasihan dan kemudian mendapat simpati oleh banyak Negara, terutama Negara-Negara Eropa. Salah satu bentuk ‘simpati’ sejumlah Negara Eropa itu pada bangsa Yahudi –terutama Yahudi Eropa- adalah memberikan ‘sejengkal tanah’ di Palestina.

Pada 1914, menjelang Perang Dunia ke-1 terdapat sekitar 604.000 jiwa penduduk Arab-Palestina, sedang orang Yahudi di Palestina hanya sekitar 85.000 orang. Namun, ketika NAZI menyerah kalah, 2,5 juta orang Yahudi Eropa imigrasi ke tanah Palestina. Kini kita saksikan sendiri, bahwa dari ‘sejengkal tanah’, kini bangsa Yahudi telah merampok hampir seluruh tanah Palestina. Selain menyebabkan konflik dengan memecah belah Negara-Negara Arab, Yahudi telah mengecap Palestina sebagai “Tanah Air” mereka. Itulah konspirasi yang konon berawal dari kecerdasan otak Yahudi yang dimiliki oleh Hitler.

Minggu, 03 Juni 2012

"MISTERI TOL CIPULARANG", BUKU UNTUK PENIKMAT DUNIA MISTIK


Ketika membaca buku Misteri Tol Cipularang (2012), pembaca seperti diajak untuk menjelajah ke alam ghaib atau dunia mistik. Harap maklum, banyak peristiwa yang sudah terjadi di tol Cipularang yang menewaskan banyak orang, termasuk tewasnyaVirginia Anggraeni, Istri Sapilul Jamil, di tol Cipularang  pada 3 September 2011 di KM 96,5.

Bloggers, cerita yang dikaitkan dengan dunia mistik diawali dengan peristiwa longsornya kilometer 91,6. Bahwa sejak dibuka pada April 2005, sudah dua kali terjadi peristiwa amblasnya jalan tol Cipularang. Selang 7 bulan sejak diresmikannya tol Cipularang, sudah ada jalan yang amblas di kilometer 91,6 yang area amblasnya sampai ke wilayah Pasir Honje, Kampung Batu Datar, Purwakarta. Oleh karena berbahaya, tol sempat ditutup selama beberapa hari.


Dalam buku yang disunting oleh Mayang Sari, ditulis, kecelakaan itu terjadi, karena tidak menuruti permintaan makhluk gaib. Bahwa mahkluk ghaib merasa didzolimi oleh manusia, karena barangkali ‘habis manis sepah dibuang’. Tak ada sesaji yang biasa diberikan di wilayah-“nya”, padahal sudah menghancurkan daerah kekuasan-“nya”, karena proyek jalan tol Cipularang ini. Sebelumnya, saat jalan belum difungsikan, konon pihak Jasa Marga pernah menyembelih seekor kerbau untuk tumbal.

Di halaman lain, pembaca kemballi diajak mempercayai sebuah kondisi yang dikaitkan dengan dunia mistik. Kali ini tentang sebuah gunung misterius yang ada di kilometer 96. Gunung tersebut dikenal dengan nama Gunung Hijau atau orang Sunda menyebutnya Gunung Hejo.

Gunung Hejo terdapat di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di sisi kilometer 96 tol Cipularang. Konon, Gunung Hejo ini menyimpan penuh misteri. Sebab, di gunung ini ada  tempat yang dikeramatkan oleh warga. Bahkan kabarnya, Gunung Hejo hampir setiap hari didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah. Menurut Kuncen Gunung Hejo, gunung yang berada di Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan ini adalah tempat keramat.

Saat proyek pembangunan tol Cipularang dimulai, pihak kontraktor berencana membabat habis pepohonan yang tumbuh di tempat itu dan membuat jalan tembusan untuk mempersingkat jalan dan memperkecil biaya. Tapi anehnya, di Gunung Hejo ada pohon yang tidak dapat ditebang. Akhirnya jalur tol yang rencananya dibuat lurus itu terpaksa dibuat melengkung dan mengelilingi Gunung Hejo.”

Dulunya di atas Gunung Hejo ada sebuah tongkat peninggalan Prabu Siliwangi. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui dimana tongkat itu berada. Sebagai penanda, tongkat itu diganti dengan sebuah batu berdiri yang dibalut dengan kain putih dan dikelilingi dengan pagar besi, sehingga bangunan itu berbantuk mirip seperti makam. Bangunan itulah yang selalu dikunjungi peziarah. Menurut kuncen, bangunan itu bukan makam, melainkan tempat petilasan. Bangunan itu didirikan oleh seorang warga Sumedang yang berhasil setelah berziarah ke tempat itu. Tempat petilasan Prabu Siliwangi itu merupakan “puser dayeuh” berupa seonggok batu yang menutup lubang yang sangat dalam. Menandakan tempat itu sebagai tempat yang dimuliakan untuk berdoa”.

Menurut Mak Acih, warga sekitar Gunung hejo, banyak yang ke Gunung Hejo untuk mencari berkah, misalnya masalah usaha dagang, kenaikan pangkat, dan mencari jodoh. Untuk sesajen biasanya diminta uang sekitar 2-3 juta untuk membeli tujuh macam buah, tujuh rupa bunga, dan biasanya diikuti puasa 3 hari 3 malam. Konon usaha tersebut banyak yang berhasil.


Bloggers, buku ini sepertinya memang dikhususkan untuk para penikmat dunia mistik. Yakni mereka yang percaya pada klenik dan mistik atau bahkan mereka dianggap sebagai para budak setan dan jin, sehingga sangat percaya dengan peristiwa yang terjadi di tol Cipularang erat kaitannya dengan dunia mistik.

Tentang dunia mistik ini, majalah Sabili pernah menulis di edisi tahun 2002 M/ 1423 H tentang empat macam kelompok manusia dalam dunia mistik dan klenik. Kelompok pertama adalah mereka yang tidak percaya sama sekali kepada dunia mistik, hal-hal yang berbau klenik, dan termasuk juga tidak percaya akan adanya jin. Kelompok ini menyebut dirinya sebagai orang yang berpikiran rasional. Atau, mungkin lebih tepat jika dikatakan rasio minded.

Kelompok kedua adalah mereka yang sangat percaya pada dunia mistik seperti ini. Harap maklum, sejak dahulu kala negara ini sudah dikuasai oleh para pemimpin atau orang-orang yang percaya akan dunia perklenikan, mistik, dan kemusyrikan, maka banyak ‘orang pandai’ dan tokoh publik sampai saat ini percaya pada klenik dan mistik. Mereka tak jarang melakukan sesuatu atau mengambil satu keputusan penting pun dengan berpatokan pada wangsit atau mimpi terlebih dulu.

Di buku Misteri Tol Cipularang, kelompok kedua ini sangat jelas digambarkan eksistensinya oleh penulis. Mereka adalah sudah melakukan tindakan syirik atau menyekutukan Allah swt, yakni dengan meminta segala hal pada sebuah gunung.

Menurut Mak Acih, warga sekitar Gunung Hejo, banyak yang ke Gunung Hejo untuk mencari berkah, misalnya masalah usaha dagang, kenaikan pangkat, dan mencari jodoh. Untuk sesajen biasanya diminta uang sekitar 2-3 juta untuk membeli tujuh macam buah, tujuh rupa bunga, dan biasanya diikuti puasa 3 hari 3 malam. Konon usaha tersebut banyak yang berhasil”.

Kelompok ketiga adalah kelompok yang lebih parah dari kelompok kedua. Kelompok ini adalah mereka yang sudah diperbudak oleh klenik. Mereka adalah para dukun, tukang sihir, tukang santet, ‘orang pintar’, maupun paranormal. Mereka dianggap sebagai para budak setan dan jin, yang telah mengadakan perjanjian tertentu dengan jin untuk melaksanakan tugas sesuai yang diingkan oleh jin. Imbalannya, mereka mendapatkan ilmu di atas rata-rata manusia.

Kelompok terakhir adalah mereka yang tidak termasuk dari kelompok satu maupun ketiga. Kalau dalam Islam, kelompok ini percaya pada hal-hal ghaib cuma sebatas yang diberitahukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab-Nya dan RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam dalam sunnahnya. Namun kelompok ini menolak berhubungan dengan dunia mistik.

Dalam buku Misteri Tol Cipularang ini mencoba menyakinkan pembaca, bahwa fenomena di tol Cipularang sangat berhubungan dunia mistik. Jika sebelumnya disajikan kisah mistik Gunung Hejo, pembaca kembali disajikan tentang misteri patung Buto yang ada di tugu Jasa Marga di KM 98 dan patung kepala singa di kilometer 99-100.

13387422682061458301

Menurut banyak saksi, di sepanjang tol Cipularang terutama kilometer 66-127 arah masuk gerbang tol Pasteur Bandung, terdapat satu area yang begitu kental nuansa mistisnya. Bahkan secara kasat mata dan dengan mata telanjang pun dapat terlihat simbol-simbol itu. Jika diperhatikan pada kilometer 98 dari arah Jakarta, tepatnya sebelum jembatan Ciomas, terdapat tugu PT. Jasa Marga-Nindya Karya. Anehnya, tugu itu tidak berdiri sendiri, namun diapit oleh dua patung kecil berbentuk menyerupai buto (raksasa dalam dongeng rakyat) yang membawa garda atau pentungan”.

Menurut salah satu warga yang pernah mendengar kisahnya di daerah tersebut terdapat istana jin. Konon, lokasi tersebut merupakan perbatasan wilayah Kerajaan Prabu Siliwangi, sehingga diberi simbol patung kepala harimau. Namun, versi cerita lainnya juga berkembang di masyarakat. Dahulu, saat tol baru akan dibangun, si kontraktor bermimpi. Sebuah pesan masuk ke dalam mimpinya. Kata pesan tersebut, jika ingin membuat tol, maka pada kilometer 95-100 ke arah Bandung harus didirikan patung harimau. Sedangkan pada kilometer 100-95 ke arah Jakarta harus didirikan patung monyet. Maka atas pesan itulah terdapat patung-patung yang dapat dilihat saat ini”.

Bagi Anda yang tidak menyukai dunia mistik atau kelompok keempat, biasanya langsung menolak dengan penjelasan yang ada di buku Misteri Tol Cipularang ini. Apalagi makin tidak percaya dengan tentang analisa yang tertulis di buku itu:

Banyak kecelakaan terjadi di area tersebut (area Gunung Hejo), karena makhluk gaib penghuni Gunung Hejo. Sosok itu tidak senang wilayahnya dijadikan jalur cepat Cipularang”.

Analisa tersebut jelas menyimpulkan, bahwa tewasnya Virginia Anggraeni, Istri Sapilul Jamil, di tol Cipularang  pada 3 September 2011 di KM 96,5 adalah akibat sosok penghuni Gunung Hejo tak suka wilayahnya dilewati. Jika itu kita percayai, maka saat menyusuri tol Cipularang menuju ke Bandung, kita telah membuat tidak senang penghuni Gunung Hejo itu. Nah, sekarang hitung berapa kali Anda telah membuat marah penghuni Gunung Hejo itu jika setiap weekend Anda pergi ke Bandung via tol Cipularang. 

Sabtu, 02 Juni 2012

TOILET SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN MOTIVASI


Belakangan ini toilet -terutama di toilet pria- dimanfaatkan sebagai ajang informasi.  Jika kebetulan berkunjung ke mal, tiap kali membuat air kecil, Anda pasti sering melihat papan pengumuman, entah itu berupa flyer atau poster dipajang di tembok, persis di atas toilet. Para praktisi promosi atau publikasi mengerti, bahwa salah satu lokasi ‘strategis’ untuk memasang informasi atau promosi adalah di toilet.

Selain, informasi event reguler atau spesial, flyer atau poster yang dipajang di toilet adalah iklan promosi kartu kredit bank. Bahkan ada pula yang memasang promo makanan sebuah restoran. Meski banyak yang mengatakan ‘salah tempat’ –menaruh iklan makanan di toilet, tetapi tim promosi mal tersebut mengganggap daya sihir toilet sebagai media beriklan sangat ampuh.


1338624643126767014Toilet pria di Jak TV. Ada kata-kata bijak yang dibingkai dengan pigura (foto kanan).


Beda lokasi, tentu beda content. Ini terjadi di toilet di gedung perkantoran atau toilet sebuah perusahaan. Setidaknya saya menjumpai di dua lokasi, dimana toilet dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan ini. Pertama, toilet di markas JakTV di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan. Kedua, toilet di gedung Indosat, jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
Di Jak TV, di depan toilet digantung sebuah kata bijak. Maaf, kebetulan saya tidak sempat mencatat kata bijak itu, karena sibuk membuka resleting dan buang air kecil. 
Nampaknya sang pemilik ingin para karyawannya -khususnya yang pria- bisa menyerap kata-kata bijak tersebut, sehingga termotivasi dalam bekerja. Luar biasa bukan?


Lain lagi di gedung Indosat. Di toilet pria di gedung ini terdapat informasi kesehatan. Begitu membuka resleting, kita langsung diperlihatkan kadar warna-warna urine (air kencing) yang kita keluarkan. Dengan mengetahui kadar warna pada urine, maka kita mengetahui indikasi penyakit yang kita miliki.

Seperti kita ketahui, bahwa urine yang berwarna kuning pucat dianggap ‘bebas’ penyakit. Lalu urine berwarna orange diindikasikan si pemiliknya terkena disfungsi hati. Kemudian urine cokelat memperlihatkan menampakkan ada masalah ginjal. Serta urine berwarna merah berati ada darah dalam urine, yang dapat mengindikasikan pendarahan atau kanker.

13386247581522588309
Toilet di gedung Indosat. Ada informasi tentang warna urine.

Bloggers, buat saya pemanfaatan toilet sebagai media penyebar informasi dan motivasi sangat menarik. Hal ini bisa dijadikan inspirasi bagi kantor-kantor maupun perusahaan yang memiliki toilet di gedung. Selama itu bisa menyebarkan kebaikan, tentu sah-sah saja, kecuali ayat-ayat suci al-Qur’an. Tentu pemanfaatan media toilet ini akan berbeda jika toilet yang kita gunakan adalah toilet bayar. Sebab, tulisan yang terpampang di situ pasti: “Kencing dan berak Rp 2.000” atau tulisan-tulisan yang menjijikan, nomor-nomor telepon mantan pengguna toilet, maupun gambar-gambar alat kelamin.


Jumat, 25 Mei 2012


Rabu, 23 Mei 2012

DAN NYALI RUHUT SITOMPUL PUN CIUT


Tak kurang dari lima menit selesai rapat, Ruhut Sitompul langsung didatangi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) , Ustaz Bachtiar Natsir Lc. MM. yang hadir bersama rombongongan Forum Umat Islam (FUI) yang diketuai Ustaz Alfian Tanjung.

"Apa maksud anda dengan ucapan itu? Anda harus minta maaf," ujar Ustaz Bachtiar pada Ruhut.
Meski terpojok, Ruhut tetap tidak juga minta maaf. Ia malah berteriak sekencang-kencangnya dengan nada menantang. "Saya tidak tahukalian mau apa. Ini rumah saya, mau apa kalian," teriak Ruhut.
"Saya mengatakan kebenaran, jangan anarkis, jangan anarkis," teriak Ruhut lagi sambil memanggil petugas keamanan DPR.

Itulah kejadian yang terekam pada Selasa sore (22/5/2012) kemarin, saat Komisi III DPR RI menerima delegasi Forum Umat Islam (FUI) DPR RI. FUI datang meminta Komisi III DPR agar mendukung Mabes Polri supaya tidak mengeluarkan izin konser Lady Gaga.

Ruhut memang membuat tersinggung banyak pihak di dalam ruangan tersebut, tidak hanya rombongan dari MIUMI dan FUI, tapi juga pihak anggota komisi III yang beragama Islam. Sikap pria yang sering disapa Poltak ini mengarahkan, bahwa ormas yang suka berbuat anarkis dalam audiensi ini adalah FUI, termasuk MIUMI. Padahal FUI dan MIUMI, apalagi mayoritas ibu-ibu tidak pernah sekalipun berbuat anarkis.

"Sedapnya hidup di negara Pancasila ini, yang dihina agama Kristen yang membela ormas Islam, Saya dari Partai Demokrat mengatakan: saya ini seorang Kristiani. Dalam ajaran agama saya pemerintah yang sah harus kita dukung. Jangan coba-coba anarkis, ini dari saya Partai Demokrat. Ada aturan main, kepolisian," kata Ruhut.

Dalam pernyataan ini Ruhut menganggap:

  1. Agama selain agamanya tidak mengajarkan warganya mendukung pemerintah.

  2. Kalimat "Jangan coba-coba anarkis" secara tidak langsung merupakan kalimat ancaman kepada ormas-ormas Islam,  khususnya yang sore itu hadir di ruang rapat, yakni FUI dan MIUMI.

Dua tuduhan Ruhut itu jelas menyinggung ummat Islam, apalagi pernyataan ormas anarkis yang jelas menyinggung pihak FUI dan MIUMI. Mengingat FUI dan MIUMI tak pernah melakukan tindakan anarkis. Dua ormas Islam ini hadir dengan tujuan baik, yakni dengan cara yang sesuai prosedur baik etika dan ketentuan hukum, terlebih banyak peserta FUI adalah perwakilan dari Ibu rumah tangga.

Ruhut seakan dengan sengaja ingin menyerang kelompok Islam. Usataz Bachtiar yang tidak terima dengan pernyataan Ruhut, terus mengejarnya untuk meminta maaf. Melihat sang Ustaz mengejar, Ruhut ketakutan dan masuk ke ruangan sekretariat Komisi III.

"Awalnya saya nggak dikasih masuk," papar Ustaz pimpinan Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) yang bermarkas di Tebet Timur ini. "Lalu saya tongkrongin sampai keluar, karena dia tidak mau menerima saya dengan baik-baikLantas saya bilang ke orang sekretariat, saya laki-laki. Nggak bawa senjata. Saya tinggalkan barang saya, kalau perlu kunci dari luar. Pak Ruhut ngga mau bicara. Oke yang bicara laki-laki dengan laki. Man to man."

Usatz Bachtiar tak takut dengan siapapun yang membekingi Ruhut. Tujuannya baik, ingin mengajak Ruhut agar menjadi orang baik. "Siapapun di belakangnya saya tidak peduli, saya tidak peduli karena dibelakang saya Allah. Saya masuk ke ruangannya. Saya ingin mengajakan dia menjadi orang baik, dengan berbicara baik. Rupanya dia tidak bisa menjadi orang baik," katanya.

Kisah Ustaz Bachtiar dalam Blackberry Massage (BBM)-nya dengan saya pagi ini, saat ia masuk ke ruang, Ruhut ketakutan seperti anak kecil minta perlindungan orangtua, apalagi pada saat ia dipepet oleh Ustaz. "Tangan saya saya di belakang, tetapi wajahnya saya pepetin dengan dada saya. Seandainya dia senggol duluan, saya banting duluan," ungkap Ustaz Bachtiar. "Ia teriak-teriak panggil keamanan kayak anak kecil. Omongannya norak, kampungan dan sangat ketakutan".

Kompasianers, malam hari setelah peristiwa di ruang Rapat Komisi III, Ruhut diundang tvOne di acara Apa Kabar Malam (AKI). Di acara itu, pengacara dan anggota Partai Demokrat ini awalnya terlihat santai. Begitu ia melihat Ustaz Bachtiar diundang pula oleh Indiarto dan Indy Rachmawati yang menjadi Presenter AKI Malam, Ruhut terlihat pucat. Sepanjang program, wajahnya tegang dan tidak berani menatap Ustaz.

"Saya sih nyantai aja. Tetapi dengan kesombongannya, ia pura-pura cuek," ujar Ustaz. "Kalo di acara itu dia nyolot lagi, saya pasti akan sempot lagi. Bagusnya dia mereda".

INILAH PARA TOKOH NASIONAL YANG PRO DAN KONTRA KONSER LADY GAGA


Kontroversi konser Lady Gaga memperlihatkan dengan jelas siapa tokoh-tokoh nasional yang pro dan yang kontra. Berikut ini pernyataan-pernyataan sejumlah tokoh nasional tentang penolakan konser Lady Gaga yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. Tentu, di bawah ini cuma sebagian kecil saja dari para Tokoh Nasional yang pro, maupun yang kontra.


MEREKA YANG PRO

"Kita mengimbau supaya aparat kepolisian tetap memberikan izin kepada konser tersebut. Sebab itu adalah penyelenggaraan konser tingkat dunia. Kami sebagai pimpinan Komisi III DPR sangat menyayangkan apabila kepolisian tidak menyetujui permohonan itu hanya karena ancaman pihak ketiga yang belum diketahui. Orang Uzbeskistan yang jadi PSK dibuka selebar-lebarnya, sedangkan kelompok musik dunia yang hendak mengekspresikan kehebatan dan kecanggihan budayanya tidak diperbolehkan. Aneh ini. Institusi kepolisian masih menggunakan pendekatan moralistik, tetapi sarat dengan inkonsistensi". - Benny Kabur Harman, Ketua Komisi III DPR RI, anggota Partai Demokrat, MetroTV News.com, 16 Mei 2012.
***
"Dari segi semangat kebangsaan, insiden larangan ini menunjukkan negara telah gagal menjaga semangat pluralisme. Kepolisian semestinya memberi penilaian obyektif atas rencana pergelaran konser Lady Gaga. Polri profesional dan terbebas dari tekanan kelompok mana pun". – Tubagus Hasanuddin, Wakil Ketua Komisi Keamanan DPR, Tempo.com, 18 Mei 2012. 
***
Melarang konser itu adalah hal yang nggak masuk akal. Negara kita bukan Negara Tirai Bambu. Saya kira, kalau (ditolak) begitu, malah jadi kampanye yang nggak elok. Kecuali, Lady Gaga konser ke sini dengan telanjang bulat. Itu nggak boleh”. – Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR RI, Partai Golongan Karya (Golkar), 21 Mei 2012.
***
Pelarangan konser Lady Gaga berlebihan. Seharusnya masih bisa dibicarakan". – Popong Otje Djundjunan, anggota Komisi Kebudayaan DPR, Tempo.com, 18 Mei 2012.
***
Konser Lady Gaga itu cuma printilan, bukan urusan utama pemerintah. Polisi tak usah masuk ke ranah agama”. – Nurul Arifin, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, Tempo.com, 22 Mei 2012.
***
"Menurut saya, Lady Gaga ini kan sebagian masyarakat dianggap sebagai ekspresi seni. Kemudian dalam proses demokrasi apapun harus diberi panggung. Jadi mengapa harus dilarangMenurut saya yang mengatakan tidak setuju tidak usah meremehkan yang setuju". – Prof Dr. Amien Rais, mantan Ketua MPR, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), detikcom, 23/5/2012.

Lebih bahaya koruptor daripada Lady Gaga”. – Imam Nachrowi, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tempo.com, 22 Mei 2012. 
***
“Kalau kita mau jahat, enggak usah lihat Lady Gaga kok. Buka internet saja, segala macam ada. Bagi NU, mau ada seribu Lady Gaga, enggak akan mengubah keimanan orang NU”. – Said Aqil Siradj, Ketua PBNU, 15 Mei 2012.
Polisi selalu bersikap abu-abu, bertindak berdasarkan tekanan”. - Herman Hery, Anggota Komisi Hukum DPR, Tempo.com, 22 Mei 2012.
***
"Selama dia bisa menyesuaikan dengan kultur kita, itu tak jadi soal. Hanya perlu disesuaikan khususnya dalam berbusana”. – Syarif Hasan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Tempo.com, 20 Mei 2012.
***
"Tidak boleh ada tekanan, aparat tidak boleh terpengaruh pihak mana pun dalam mengambil keputusan".-  Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta 1997-2000 & 2000-2007, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Tempo.com, 20 Mei 2012.
***
Iya, mendukung. Namun, siapa pun artisnya, kalau di Indonesia harus ikuti peraturan kita. Kasih tahu aja dia agar menyesuaikan. Busana dan gerakannya jangan erotis”. – Biem Benyamin, Calon Gubernur DKI Jakarta, 21 Mei 2012.
***
Jadi, kalau Lady Gaga konser, di Indonesia akan lahir kerajaan Iblis, begitu logikanya? Lha, iblis itu terus ada tanpa perlu konser, koq”. – Indra J. Pialang, Partai Golkar.




MEREKA YANG KONTRA

"Keputusan kami tak akan berubah. Banyak mudhorotnya daripada baiknya". – Komisaris Besar Rikwantou, juru bicara Polda Metro Jaya, Tempo.com, 15 Mei 2012.
***
Saya memang sudah memberikan surat rekomendasi kepada Kapolri yang isinya agar Polri tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Lady Gaga di Jakarta. Saya tetap menolak dan berharap penolakan ini diperhatikan oleh pihak Polri. Dalam hal ini kan sudah ada rujukan, yakni UU Pornografi. Bagaimanapun, penampilan Lady Gaga tetap tidak sesuai dengan budaya, sistem dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia". - Suryadharma Ali, Menteri Agama, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 23 Mei 2012.
***
Ini artis ditolak dimana-mana. Diprotes umat Islam, dan di luar negeri diprotes umat Kristen. Ini jadi masalah, karena dua agama protes dia. Jadi semua pihak berpikir rasional dengan penolakan Lady Gaga dimana-mana”. – Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI, Tribun News.com, 23 Mei 2012.
***
"Inilah yang tercermin dari polemik Lady Gaga. Sebagian yang merasa tokoh agama pun bergaya western untuk memastikan keintelekannya dan humanismenya. Kalau yang membela Lady Gaga berdasarkan HAM, bagaimana kalau yang menentang juga berdasarkan HAM untuk menentang? Karena menentang pun juga HAM kan? Ingat, membela normapun punya HAM". - KH Hasyim Muzadi, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok, Suara News.com, 21 Mei 2012.
***
Omong kosong, ketika kita sering mendengar, negara butuh karakter bangsa, berakhlakul karimah, tapi secara bersamaan malah menebar virus pornogragi. PKS juga menedsesak polisi untuk tidak memberi izin konser Lady Gaga. Polisi punya kewenangan yang kuat untuk itu. Negara kita punya UU Pornografi, sehingga harus dipatuhi.  Persoalan pornografi, bukanlah semata kepentingan umat Islam, tapi semua umat beragama. Moral harus dijunjung tingggi”. – Bukhori, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 22 Mei 2012.
***
"Saya rasa polisi sudah pertimbangkan matang masalah itu. Kita kan juga punya kepribadian sendiri”. –Taufik Kiemas, Ketua MPR RI, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Berita Satu, 16 Mei 2012.
***
"Saya heran pada orang Indonesia. Sudah jelas-jelas Lady Gaga itu ditolak di banyak negara, di Indonesia kok malah mau diperbolehkan. Ketinggalan zaman. Banyak negara sudah berpemikiran maju, rakyat Indonesia kok malah meributkan soal Lady Gaga". - Prof DR KH Syaifudin Amsir MA, Syuriah PBNU, Kompas.com, 20 Mei 2012. 
***
"Jika Polri sudah menilai ada potensi pornoaksi dalam pementasan Lady Gaga, adalah tugas Polda Metro Jaya mencegah dan melarang pertunjukan tersebut. Kami berharap Polda Metro tidak ragu-ragu meskipun banyak pihak yang mengecam pelarangan tersebut". – Neta S. Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Tempo.com19 Mei 2012.
***
"Kalau sudah berkali-kali diekspos pasti terpengaruh. Seperti iklan minuman saat olahraga. Agar mengurangi spiritualismenya selama ini. Ketika menjadi idola dan panutan, maka pikiran dan panutannya akan menjadi rujukan". - Ricardi Adnan, sosiolog dari Universitas Indonesia, Republika Online, 22 Mei 2012.
***
"Saya enggak setuju kalau dia konser di sini, Lady Gaga cukup video klip saja. Karena masih banyak artis lain, masih ada penyanyi lain yang lebih bagus dilihat. Dan santun ketimbang Lady Gaga. Indonesia ini adalah kultur Timur. Begitu ada kultur yang berlebihan, kami sebagai pemerintah akan lebih sulit untuk mengontrol dan menjaga budaya kita". -  Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat,  Cek & Ricek, 14 Mei 2012.
***
"Yang saya ketahui, promotor pertunjukan melalui 'media relationnya' menegaskan, pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga. Ini jelas demoralisasi anak bangsa. Alih-alih memberikan hiburan justru menjerumuskan anak pada budaya hedonis. Ini bertentangan dengan perlindungan anak yang kita bangun. Konser tersebut akan mengoyak ketahanan kita sebagai bangsa, dan bertentangan dengan prinsip perlindungan anak. Konser ini jauh lebih banyak madaratnya bagi anak bangsa". -Asrorun Niam Sholeh, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kapan Lagi.com, 22 Mei 2012.



MEREKA YANG TERGANTUNG/ PRO TAPI DENGAN SYARAT

Kalau perizinan memang memenuhi syarat, dan tidak sesuatu menimbulkan persoalan silahkan Polri memberikan izin konser Lady Gaga” – Marzuki Ali, Ketua DPR RI, anggota Partai Demokrat, Tribun News.com, 21 Mei 2012.
***
Pada prinsipnya kelompok yang menolak ini lebih pada penampilan Lady Gaga yang tidak senonoh”. -  Saleh Husein, Ketua Fraksi Hanura, Tempo.com, 20 Mei 2012.

Sabtu, 19 Mei 2012

KRITIK JAKARTA DALAM KOMIK


Saya termasuk pembaca yang tak pernah melewatkan komik strip Mice Cartoon yang setiap Minggu muncul di Kompas Minggu. Selain karakter tokoh di komik itu 'Indonesia banget' alias tidak Manga, komik strip ini selalu menyentil aneka peristiwa maupun masalah sosial yang terjadi di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Sebelum 'pecah', Mice kerap mengkritisi masalah-masalah sosial bersama rekannya Benny di Benny and Mice.

Jakarta adalah salah satu kota besar yang kerap disentil oleh Mice. Sejumlah persoalan pernah dikritisi. Berikut ini saya cuma cuplik dua komik strip-nya yang mengkritisi tentang kondisi kemacetan dan banjir di ibu kota Jakarta.

Dalam kisah di bawah ini, Mice berkisah betapa merana naik bajaj di Jakarta dalam kondisi banjir. Selain banyak lubang di jalan, begitu tiba di lokasi yang tergenang air, sopir bajaj 'menyerah' dan meminta Mice turun di tengah jalan. Dalam komik, Mice memperlihatkan sebuah billboard besar yang terdapat foto Gubernur DKI Jakarta Fawzi Bowo dengan tagline yang dianggap sama sekali tidak mencerminkan pembangunan di Jakarta: "Pajak Anda Membangun Jakarta".

133741636231259801

Di komik berikut, Mice menceritakan tentang kemacetan yang tidak bisa dihindari, baik di weekdays maupun weekend. Sudah bukan rahasia lagi, setiap hari kerja, Jakarta tidak pernah sepi. Kemacetan pasti terjadi. Oleh karena itu, biasanya warga ibu kota selalu berpikir refreshing ke luar kota saat weekend. Tempat yang 'paling dekat' selain Bogor atau Sukabumi tak lain adalah Bandung.

Namun, hampir semua the Jakartaners (sebutan untuk orang Jakarta) punya pemikiran sama. Ber-weekenddi Bandung. Jadi tak heran, macet di Jakarta pada saat weekdays, menjumpai kemacetan di Bandung pada saat weekend. Ini pun semakin parah di saat long weekend seperti sekarang ini.

1337418304785010539

Tentang lalu lintas di Jakarta, Jitet juga mengkritisi dalam komik stripnya Jakartaria. Dalam kisah yang saya ambil ini, Jitet melihat fenomena pengendara di Jakarta yang sudah tidak lagi peduli dengan traffic light. Meski lampu berwarna merah, mayoritas pengendara mobil apalagi motor kerap 'menerobos'. Padahal anak SD tahu, lampu merah, kendaraan harus berhenti dan lampu hijau kita baru diizinkan berjalan. Dan anak SD juga tahu, mau jalan kosong, apalagi jalan padat, lampu merah tetap harus stop.

1337419205649123308

Komik terakhir di bawah ini yang juga menarik, saya ambil dari Pos Kota. Masih tentang kondisi di jalan, dimana kali ini tentang motor. Bagi pengendara motor, pasti sering menjumpai motor dengan knalpot yang mengeluarkan bunyi bising dan asap yang membuat polusi.

13374368581149953320



Jumat, 18 Mei 2012

PECUN BUKAN SEKADAR ISTILAH PEREK


Selama ini istilah Pecun selalu dihubungkan dengan Perek. Istilah Perek sendiri sudah muncul sekitar 1980-an, dimana saat itu sedang tren bahasa Preman di kota-kota besar. Perek sendiri kepanjangan dari Perempuan Eksperimen, yakni perempuan yang bisa diajak kencan oleh lelaki mana pun. Awalnya, Perek bukanlah Pelacur profesional alias dibayar, tetapi perempuan ‘biasa’ tetapi ‘murahan’, dimana bisa melakukan apa dengan pasangan kencannya asal suka sama suka.  

Sumber lain menuturkan, cikal bakal istilah Perek sudah muncul awal 1970-an. Pada tahun itu ada band yang ngetop bernama Grandfunk Railroad. Yang mendengarkan band aliran rock ini biasanya cuma anak-anak nakal, tukang mabok, suka bolos sekolah, dll. Di dalam geng anak-anak nakal ini ada perempuan-perempuan. Mereka menganut seks bebas. Aktivitas seksual lelaki dan perempuan yang bebas ini dihubungkan dengan Grandfunk. Kata ‘Grandfunk’ diplesetkan menjadi di-grenpang atau digerpang alias dipegang-pegang, baik dipegang payudara maupun kemaluan perempuan tersebut. Istilah itu akhirnya berubah menjadi di-grepe.

Awal 1980-an, terjadi pembalikan kata grepe menjadi pegre. Pembalikan kata itu kemudian berubah jadi Perek. Sejak itu, istilah untuk perempuan-perempuan nakal yang ‘bisa dipakai’ dalam satu komunitas disebut Perek. Namun Perek bukanlah Wanita Tuna Susila (WTS).

Bloggers, istilah Perek kemudian berkembang ke dalam beberapa jenis-jenis, yang menjadi cikal bakal istilah Pecun. Ada yang mengatakan Pecun adalah Perek Cuma-Cuma. Tentu Anda bisa menebak, kenapa disebut Perek Cuma-Cuma, karena Perek jenis ini tidak meminta bayaran atau berkencan dengan lelaki sekadar suka sama suka itu tadi. Paling-paling lelaki yang mengajak Pecun jenis ini hanya mengajak makan atau nonton film.

Pecun juga berarti Perek Culun. Istilah ini mengacu pada Perek yang payah, yang dianggap ‘tidak mengerti’ pasangan kencannya. Misal, pasangan kencan sudah membayarkan makanan atau mengajak nonton, bahkan membelikan barang-barang kesukaan si Perek, tetapi Perek ini tidak mau ‘diapa-apakan’ oleh pasangan kencan itu. Boro-boro diajak making love (ML), dipeluk dan dicium pun ogah.

Lalu Pecun juga untuk sebutan bagi Perek Pecundang atau Perek Beracun. Istilah Perek Beracun ini ditujukan pada Perek yang menyebarkan penyakit pada teman kencan. Biasanya Pecun jenis ini adalah Perek profesional yang bergonta-ganti teman kencan dengan meminta bayaran, tetapi tidak pandai ‘menjaga kesehatan’.

Belakangan, Pecun ini ngetop di kalangan pengila kuliner. Di Surabaya ada mie goreng yang dikenal dengan nama Mie Pecun. Istilah Pecun di sini adalah Pedas Beracun. Mie ini memang pedas dan bikin ketagihan, makanya diistilahkan ‘beracun’. Untuk ‘merangsang’ pembeli, penjual Mie Pecun  ini pun membuat judul di daftar menu dengan sangat ‘mengiurkan’, yakni Menu Horny dan Cemilan Perangsang.

Tentu masih banyak hal yang menggunakan kata Perek. Di kalangan mahasiswa di Makassar, misalnya. Perek pun diplesetkan menjadi Pengemar Rokok Keretek. Namun Bloggers, Perek atau Pecun bukan sekadar istilah untuk Perek atau kuliner berbasis mie. Pecun juga merupakan tradisi warga Tionghoa di Tangerang. Tradisi Pecun ini dikemas dalam Festival Sungai Cisadane yang sudah berlangsung ke-8 kali sejak 2003.

Pecun dalam tradisi ini berarti upacaya pencarian dengan menggunakan perahu. Perayaan ini dikaitkan dengan penghormatan terhadap jasad seorang tokoh Tionghoa yang berpengaruh, yakni Khut Gwan. Dalam sejarah, pria ini menjatuhkan diri ke dalam sungai, begitu setelah mendengar berita hancurnya ibu kota Cho, tempat Klenteng Bio diserbu orang Chien.

Menurut sejarawan Tionghoa asal Tangerang, Oey Tjin Eng, perayaan Pecun di Tangerang diperkirakan mulai dilaksanakan sejak 1910. Saat itu, sungai-sungai di Jakarta sudah mendangkal, sehingga perayaan ini dipindahkan ke Tangerang. Selain sungai di Jakarta sudah dangkal, Sungai Cisadane memenuhi kriteria pelaksanaan tradisi Pecun ini, yakni sungainya cukup luas.

Selain menampilkan kesenian tradisional Tionghoa, seperti barongsai dan liong, dalam perayaan Pecun terdapat pula penampilan tradisi Betawi, yakni menari atau ngibing diiringi musik gambang kromong. Para penari ini menari di atas dua perahu yang dirapatkan dengan papan, sehingga membentuk permukaan lebar dan datar sebagai layaknya panggung.

Dalam buku Hari Raya Twan Yang atau Duan Yang (Hari Kehidupan) yang diterbitkan oleh Perkumpulan Keagamaan dan Sosial Boen Tek Bio, diceritakan, pada perayaan Pecun tahun 1911 terjadi tragedi kecelakaan perahu papak hijau yang menabrak sebuah rakit. Ketika peristiwa itu, rakit kebetulan melintang di tengah sungai saat digelar perlombaan perahu papak hijau dan merah. Gara-gara menabrak rakit, perahu papak hijau terlempar dan jatuh persis di atas getek. Kabarnya, patahan perahu tersebut hingga kini disimpan di tempat Lim Tiang Tiang di Karawaci sebagai benda yang dikeramatkan.

Tercatat pula dalam sejarah, pada 1938 perayaan Pecun dilakukan bertepatan dengan tanggal 7-8 Imlek. Saat itu, Lim Tiang Hoat membuat sepasang perahu naga di Kadaung Barat. Namun, perahu itu dibakar Jepang pada 1942.

Catatan lain, pada 1964, perayaan Pecun yang semula diselenggarakan oleh Perkumpulan Boen Tek Bio tidak diizinkan lagi digelar. Pemerintah Orde Baru (Orba) pimpinan Presiden Soeharto melarang tradisi Pecun itu.

Setelah Orba tumbang, pada 2003 tradisi Pecun digelar lagi. Tujuan perayaan ini adalah upaya melestarikan keragamaan budaya sebuah kota di Tangerang, yang dihuni oleh pendatang dari China, Betawi, Jawa, serta kelompok etnis lain. Sejumlah acara digelar dalam perayaan yang diberinama Festival Cisadane ini berlangsung di jalan Kali Pasir dan jalan Benteng, Tangerang.

Ada sejumlah perahu yang dilombakan di Sungai Cisadane ini. Selain perahu papak, terdapat perahu naga yang konon usianya sudah mencapai ratusan tahun. Pada perayaan puncak, dilakukan persembahyangan Twan Yang Usai. Di sini, warga keturunan Tionghoa akan melakukan ritual buang sial, yaitu dengan melepas bebek ke Sungai Cisadane. Pelepasan bebek-bebek dari sangkar ini bertujuan membuat hidup orang terbebas dari kesialan, serta dapat melanjutkan kehidupan dengan damai dan tenteram. 

Selasa, 17 April 2012

Nggak Mungkin Kalo Nggak Ada yang Ngelindungi Geng Motor…

Logika itu sederhana. Mereka yang dilindungi, pasti sulit buat ditindak, ditangkap, apalagi sampai dimasukkan ke penjara, apalagi yang melindungi adalah aparat. Anak Jenderal pula. Nah, ini terjadi pada geng apapun, termasuk geng motor. Sungguh nggak masuk akal kalo geng-geng motor ini nggak di-back up aparat, tetapi mereka bebas melakukan tindakan anarkis, hingga sampai menewaskan orang.

Namun aparat selalu mengelak. Mereka selalu beralasan ini-itu, dan sok mengecam aksi brutal geng motor dan akan menangkap mereka yang melakukan tindak kriminal. Ah, mana ada sih ‘penjahat’ yang mau mengaku? Kita seperti sudah tahu sama tahu (TST) tentang back up mem-back up dalam dunia per-geng motor-an ini. Jadi…

Nggak mungkin kalo nggak ada yang ngelindungi geng motor…”

Entah harus bagaimana geng motor ini harus diberantas, satu paket dengan aparat-aparat yang mem-back up geng-geng motor ini. Sebab, kalo kondisi ini dibiarkan berlarut, warga akan menjadi korban Iklim jadi nggak kondusif: serba takut dan trauma. Seperti yang terjadi malam ini, dimana saya mendapat BBM berisi himbauan sangat penting.

Mohon waspada, malam ini (14 April 2012)pukul 00.00 sampai dengan 03.00 wib rencananya geng motor Y-Gen akan mengumpulkan beberapa club gang (anarkis) untuk melakukan sweeping terhadap anggota lokasi sweeping dan titik kumpul di Jakarta Pusat: jalan Asia-Afrika, Ketapang, Benyamin Sueb Kamayoran; Jakarta Barat: ring road Cengkareng, ring road Taman Palem, jalan Mal Puri, Panjang Kebon Jeruk; Jakarta Utara: jalan Marunda, Pantai Indah Kapuk, Kemayoran, Artha Gading, Danau Sunter, Kampung Beting Islamic Center, Warakas Sungai Bambu; Jakarta Timur: jalan Pramuka. 

Diperkirakan nanti malam geng motor yang memakai pita kuning akan beraksi lagi. Bukan beraksi di jalan raya besar, tetapi mensweeping anak-anak nongkrong di daerah Pademangan dan Ancol. Mohon teman-teman yang punya niat nongkrong malam ini di sekitar Ancol atau Pademangan agar mengurungkan niatnya. Sudah banyak korban kekejian yang tidak berdosa“.

Y-Gen Family

*** 

Menurut Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, polisi tidak tegas menindak geng motor yang melakukan tindakan radikal. Neta menduga sikap polisi yang kurang tegas ini, salah satunya mungkin, karena salah satu anggota geng motor di Jakarta adalah anak pejabat alias anak jenderal.

Geng motor Jakarta biasa berjudi uang. Dalam satu kali permainan bila memakai jasa joki, nilai uang taruhan mencapai 5-25 juta. Tidak mungkin kalau pemuda biasa mampu membayar uang sebanyak itu. Hanya anak orang kaya seperti anak pejabat yang bisa membayar uang sebanyak itu,” ujar Neta yang penulis kutip dari Republika Online (ROL).

Jumat, 13 April 2012

EMANG LOE MAU JADI PEMUJA SETAN? GUE MAH OGAH...

Mel, tahu nggak? Juni besok, bakal ada konser buat para pemuja setan,” tanya Sita pada sohibnya Amel.

Hah? Konser buat pemuja setan? Ada-ada aja loe! Konser apaan?” ucap Amel keheranan.

Konser Lady Gaga!”

Konser Lady Gaga?” tanya Amel masih belom mudeng alias masih bingung tujuh keliling.

Lah?? Emangnya elo kagak tahu kalo Lady Gaga itu ikon setan?”

Amel menggeleng.

Amel…Amel. Kuper amat sih loe jadi orang…”

Sebagai sohib, Sita kemudian ngejelasin kenapa Lady Gaga yang dipuja-puji anak-anak muda itu disebut sebagai ikon setan. Bahwa dahulu di Abad Pertengahan, di Barat dan Eropa ada gejolak yang mempertentangkan agama dan logika. Gejolak itu akhirnya menyebabkan ‘trauma’ pada warga di Barat dan Eropa sana. Mereka sangat ‘alergi’ dengan agama yang dianggap banyak ngatur kehidupan kita sehar-hari.

Nah, karena warga Barat dan Eropa ‘trauma’ sama agama, terjadi kekosongan keyakinan. Di tengah kekosongan keyakinan itulah, beberapa tokoh masyarakat Barat dan Eropa mulai belajar dan praktekin sebuah ajaran sihir dan ilmu hitam (ajaran penyembah setan) yang dikenal dengan nama ‘kabbala’.

Ajaran ‘kabbala’ itu asalnya dari ajaran Yahudi yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Oleh Yahudi dan warga Barat dan Eropa, dibentuklah sebuah gerakan yang ngetop dengan nama Illmuninati. Gerakan Iluminati ini nyerang ke seluruh umat manusia di seluruh dunia, gak cuma orang Islam, tetapi juga orang Kristen, Hindu, Budha, dan agama-agama lain. Nyerangnya di semua tempat, termasuk kebudayaan dan hiburan.

Nah, yang jadi sasaran empuk adalah anak-anak muda seperti kita, Mel,” jelas Sita.

Ya, ampun! Mengerikan sekali ya, Sit?”

Yo’i!

Sita melanjutkan, gerakan Illuminati atau penyembah setan ini melancarkan aksinya lewat karya-karya film maupun lagu. Di lagu, mereka nyisipkan kata–kata dalam lirik lagu ataupun simbol–simbol gambar yang tujuannya buat memujaa setan.

Dengan kita suka lagunya, kita seperti dihipnotis oleh artis pemuja setan itu,” tambah Sita. “Padahal lirik lagu itu adalah doktrin-doktrin ajaran setan itu

Gokil abisss!”

Coba dengerin lagu Snoop Dog ini…”

Sita kemudian nyetel lagu Murder Was The Case milik Snoop Dog.


As I look up at the sky
My mind starts trippin, a tear drops my eye
My body temperature falls
I’m shakin and they breakin tryin to save the Dogg
Pumpin on my chest and I’m screamin
I stop breathin, damn I see DEMONS
Dear God, I wonder can ya save me
I can’t die Boo-Boo’s bout to have my baby
I think it’s too late for prayin, hold up
A voice spoke to me and it slowly started sayin
“Bring your lifestyle to me I’ll make it better”
How long will I live?
“Eternal life and forever”
And will I be, the G that I was?
“I’ll make your life better than you can imagine or even dreamed of
So relax your SOUL, let me take control
Close your eyes my son”
My eyes are closed


Di lagu itu, Snoop Dog nyeritain pas sekarat, ia ketemu sama setan dan kemudian ia nuker jiwanya sama kehidupannya supaya jadi lebih baik. Gokil gak tuh?”

Bener loe, gokil abiss!”

Nah, selain Snoop Dog, masih banyak artis Iluminati lain. Lady Gaga adalah ikon Iluminati yang kabarnya terdahsyat. Doi sukses jalanin misi setannya ke anak-anak muda seperti kita, baik itu lewat lirik maupun life style…”

Iya…betul loe Sit. Gue kasihan banget lihat teman-teman gue dandan setan…”

Mereka bangga pula berdandan seperti itu, ya kan?”

Yap! Padahal mereka dikadalin sama Lady Gaga…sama artis-artis Iluminati, si pemuja setan itu…”

Nah, apa elo mau jadi pemuja setan?”

OGAHHHHH!!!”

Elo masih mau datang ke konser buat muja-muji setan?”

OGAAAHHHHHH!!!!”

Minggu, 04 Maret 2012

PUISI TAUFIQ ISMAIL DI DEKLARASI MIUMI

Pada Selasa (28/2/2012) lalu, sejumlah tokoh nasional berkumpul di Hotel Grand Sahid. Mereka adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. DR. Din Syamsuddin, Ketua MUI, KH. Yunahar Ilyas, Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. DR. Mahfudz MD, serta Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto. Mereka hadir dalam rangka Deklarasi Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Di antara tokoh nasional, hadir pula Budayawan, Taufik Ismail.

Dalam puisinya, Taufik mengkritisi para pemimpin di tanah air yang belakangan sudah kehilangan rasa malu. Tanpa rasa malu, mereka korupsi dan memanipulasi. Rasa malu yang diajarkan di Taman Kanak-Kanak dahulu, tak lagi berarti. Bahkan ketika berada di depan pengadilan dan diputuskan bersalah oleh sang Hakim, mereka masih sempat tersenyum.

Rasa malu benar-benar hilang. Inilah yang membuat Taufik Ismail membuat puisi berjudul Mencari Sekolah yang Mengajarkan Rasa Malu yang diperdengarkan di depan sejumlah tokoh nasional, ulama, dan tamu-tamu di Deklarasi MIUMI.

***

Mencari Sekolah yang Mengajarkan Rasa Malu

Seorang ibu membawa anaknya ke sekolah A

dia mengajukan permohonan

“Tolong, tolong anak saya diajari rasa malu,” katanya

Kemudian, jawab kepala sekolah

“Waaah, di sekolah kami tidak diajarkan rasa malu,”

“Loh, kenapa, pak?”

“Begini, Bu, ketika murid-murid nyontek, guru-guru kami pura-pura tidak tahu,”

“Ooooh…”

Ibu itu pergi, membawa anaknya ke sekolah B

dia menyebutkan permintaan yang serupa

“Bu, bu, tolong anak saya diajari rasa malu,” ujarnya

Kemudian, jawab ibu kepala sekolah

“Waadduh, di sekolah kami tidak lagi diajarkan rasa malu,”

“Loh, bagaimana toh itu maksudnya, Bu Kepala Sekolah?”

“Begini, begini… Ketika UAN,

ada guru ditugaskan diam-diam,

kepada murid memberi jawaban ujian,”

“ooooo…”

Ibu yang gigih itu

ibu itu sangat gigih

dia membawa anaknya ke sekolah C

dia mengulang lagi permintaan itu juga

“Pak, pak, pak, pak, tolong anak saya diajari rasa malu,” ujarnya

Jawab kepala sekolah,

“Yaaaah, kok nggak tau sih ibu ini?

Di sekolah kami kan sudah lama sekali tidak diajarkan rasa malu,”

“Loh, bagaimana itu penjelasannya Pak Kepala Sekolah?”

“Walah, walaaah, sekolah kami sudah seratus persen lulusnya,

dan itu harus dicapai dengan segala cara,”

“Bagaimana itu caranya pak?”

“dee ngaan see gaa laa caa rraa…”

“ooooooooo…”

9 (sembilan) “O”-nya itu

***

Tiga Kali Potong

Di Republik Rakyat Tiongkok koruptor dipotong leher

Di Arab Saudi koruptor dipotong tangan

Di Indonesia koruptor dipotong masa tahanan

Saya dapat dari sampeyan. Terima kasih!

(sembari Taufik Ismail menunjuk ke salah seorang di depannya)

***

Dua Kali Mundur

Di Jepang, menteri merasa salah memang mundur

Di Indonesia, menteri jelas salah pantang mundur

***

(“Puisi terakhir, inspirasi dari Datuk Sri Anwar Ibrahim yang memberikan perbandingan ini diceramahnya di teater kecil di TIM [Taman Ismail Marzuki, Jakarta]“, kata Taufiq)

Sama Saja Serakahnya, Sama Saja Serakahnya, Cuma… Titik, Titik, Titik

Koruptor di negara bekas jajahan Inggris

geraknya halus, tidak terus terang, lumayan sopan, masih ada rasa segan

Koruptor di negara bekas jajahan Belanda

kasar tingkahnya, gayanya blak-blakan, tanpa rasa malu, tidak sungkan-sungkan

Yang satu melaksanakan transaksinya di bawah meja saja

Yang satu lagi melaksanakan transaksi di bawah meja

dan di atas meja

dan sehabis itu mengunyah mejanya

***

Pesan cerdas dalam puisi Taufik Ismail di atas tersebut juga menjadi amanah untuk organisasi masyarakat (ormas) berbasis Islam, MIUMI. Bahwa ormas ini harus bisa menjadi “sekolah” yang mengajarkan rasa malu. Seluruh pengurus maupun anggota MIUMI harus menularkan sifat malu yang sekarang ini telah hilang. Tak cuma para politikus yang kata orang sudah putus urat malu, namun sejumlah ulama pun banyak yang tak punya rasa malu lagi.

Saat ini, ulama-ulama yang tidak punya rasa malu itu biasa melacurkan diri dalam dunia politik, sehingga yang dikedepankan bukan lagi penegakkan akidah atau memperkokoh syariat Islam, tetapi partai politik (parpol). Ada pula ulama-ulama yang merendahkan diri dengan mematok tarif dalam setiap tausyiah mereka, baik di televisi, maupun di event-event off air. Jika honor tinggi, mereka mau berbagi ilmu dan melakukan tausyiah di event tertentu. Kelak, MIUMI akan “membereskan” ulama-ulama komersil berjiwa “selebriti” ini.

MIUMI bukanlah organisasi bukanlah ormas tandingan manapun, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). MIUMI justru memperkuat otoritas lembaga keulamaan. Para intelektual dan ulama muda yang sepakati berdirinya MIUMI ini adalah, Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, ketua program kader ulama pesantren Gontor, Ponorogo yang secara aklamasi ditunjuk sebagai Ketua Majelis Pimpinan MIUMI, dan Bachtiar Nasir Lc. MM sebagai Sekjen MIUMI. Bachtiar merupakan dai yang menjadi nara sumber rubrik konsultasi agama di surat kabar harian Republika.

“Lahirnya organisasi ini bukan menyaingi MUI tapi justru memperkuat otoritas lembaga keulamaan setingkat MUI,” kata Hamid Fahmi. Nantinya, fungsi majelis MIUMI ini lebih pada aksi dan menjadi solusi bagi persoalan yang selama ini dihadapi umat Islam.

Menurut Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir lembaga ini diharapkan bisa merevitalisasi perbedaan yang terjadi di antara ormas Islam. Misalnya, perbedaan waktu hari raya Idul Fitri, jatuhnya hari puasa Ramadhan yang berbeda, serta melemahnya lembaga ormas Islam yang ada selama ini.

Di organisasi ini ada Dr. Adian Husaini, ketua program magister dan doktor pendidikan Islam universitas Ibn Khaldun, Bogor dan pakar tafsir al Quran, Muchlis M. Hanafi dari Pusat Studi Al-Aqur’an Depag), M. Idrus Ramli (Pengurus NU Jember), Muh. Zaitun R. (Wahdah Islamiyah-Makassar), Nashruddin Syarief, Jeje Zaenuddin (Pemuda Persis), Fahmi Salim (Komisi Kajian & Penelitian MUI), Ahmad Sarwad (Rumah Fiqih Indonesia), Farid A. Okbah (Yayasan Al Islam), Fadzlan Gamaratan (Yayasan Al-Fatih Kaaffa Nusantara), Henri Shalahuddin (Peneliti & Sekretaris Insists), Asep Sobari (Redaksi Majalah Gontor), M. Khudori (Alumnus Gontor & Univ. Islam Madinah)

Meski terdiri berbagai ormas, ke-15 ulama muda pendiri MIUMI ini sepakat untuk tidak mempertajam perbedaan-perbedaan di tingkat khilafiyah atau zhaniyah. “Sudah bersatu saja kita belum tentu mampu menghadapi tantangan yang begitu kuat, apalagi sendiri-sendiri,” tandas Adian Husaini.

Cikal bakal pendirian MIUMI dilakukan di awal tahun 2012. Saat itu, Ustaz Bachtiar Nasir merangkul sejumlah intelektual dan ulama muda dari berbagai ormas Islam untuk bersama. Pendiri MIUMI meyakini, wadah ini memberi harapan besar pada dakwah Islam di Indonesia.

Ke depan, organisasi ini tabu bagi anggota yang ingin berpolitik.”Kami tidak akan mencampurkan ke dunia politik. Syaratnya, bila ada anggota hengkang ke politik maka harus berpisah dengan MIUMI,” tegas Hamid.

MARIO TEGUH: "SAYA MENGHARGAI PROFESI COMIC"

Teheran-heran. Begitulah reaksi pertama Mario Teguh (55) ketika pertama kali diundang untuk tampil di panggung stand up comedy di Metro TV. Menurut pria kelahiran Makassar, 5 Maret 1956 ini, agak aneh seorang motivator, apalagi sekelas dirinya, berdampingan bersama para comic (sebutan untuk comedian di stand up comedy).

Motivator berbeda dengan comic,” ujar pimpinan Mario Teguh Super Club (MTSC) ini. “Meski dua profesi ini berdiri sendiri di atas panggung di depan puluhan bahkan ribuan orang, namun kedua profesi ini berbeda”. Memang, lanjut Mario, ada humor dalam motivasi. Tapi humor yang dibawakan seorang Motivator adalah humor kehidupan dalam konteks berbeda.

Motivator bukan melucu, tetapi mengajak orang melihat humor kehidupan”.

Mario memberi contoh, humor dalam kehidupan itu misal ada manusia yang punya impian besar, tetapi upayanya kecil. Atau ada manusia yang memiliki khayalan yang kuat, tapi kesungguhannya lemah alias malas. “Itu kan lucu,” ujar Mario. “Seperti ingin kaya, tetapi prilakunya memiskinkan diri”.

Meski mengaku berbeda dari comic, penampilan Mario Teguh di acara stand up comedy show edisi spesial akhir tahun 2011, yang ditayangkan Metro TV bertepatan tahun baru 2012 lalu, membuat ratusan penonton dan comic-comic berdecak kagum. Pasalnya, ternyata Mario pandai melucu dan dianggap sebagai seorang comic.

Tentu kehebatan Mario berdiri di atas panggung stand up comedy tidak serta merta menjadikan dirinya alih profesi. Ia justru bangga pada comic-comic. Ketika ditanya apa perasaannya setelah berada bersama para comic? “Saya sangat menghargai profesi comic, karena tidak ada pikiran dan perhatian lain dari para comic saat tampil, yakni memberikan kebahagiaan pada orang lain, meski pada saat mereka sedang tidak bahagia”.

Sebagai bentuk penghargaan untuk comic, di edisi Mario Teguh Golden's Way (MTGW) pada 26 Februari 2012 lalu, Mario Teguh mengundang Mogol sebagai bintang tamu sekaligus menjadi Host tamu di acara MTGW pukul 19:05 wib.

Jika dalam stand up comedy show selalu tampil dengan mengenakan kaos, kali ini Mongol “dipaksa” menggenakan jas dan dasi. Comic yang dikenal dengan istilah “KW” ini akan menemani Mario Teguh dalam tema: Capek Deh!.

Life is good, life is beautiful, sehingga diri Anda tidak mempan dengan kata: capek deh!